penyebab darah tinggi yang harus dihindari

penyebab darah tinggi yang harus dihindari

Penyebab Darah Tinggi – Hipertensi atau istilah medisnya adalah HTN, ini dikenal sebagai gangguan pada tekanan darah, yakni tekanan darah tinggi. Hipertensi dikenal kerap tidak mudah terdeteksi dan baru disadari setelah terjadi komplikasi.

Seseorang bisa dikategorikan mengidap hipertensi bila tekanan darah mencapai sekitar 140/90 mmHg (tekanan sistolik dan distolik) secara berturut-turut. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tak pandang usia, baik muda maupun dewasa, terlebih lagi pada orang yang sudah lanjut usia.

Bagi orang yang sudah tua, terkena hipertensi seolah sudah biasa terjadi karena memang semakin berumur, maka fungsi organ secara alamiah juga semakin menurun. Pun demikian, bukan berarti gangguan hipertensi itu tidak bisa dihindari.

Ada kiat-kiat jitu yang bisa diterapkan untuk meminimalisir potensi terkena gangguan tekanan darah tersebut. Sebelum mengulas lebih jauh, sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu penyebab dari hipertensi ini.

Baca Juga : Darah Tinggi Beginilah Ciri-Cirinya

Memahami Kategori Hipertensi

ketegori darah tinggi

Untuk mengetahui seseorang terkena hipertensi, perhatikan hasil pengukuran tekanan darah. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80. Angka pertama dari hasil pengukuran adalah tekanan darah sistolik, kemudian angka yang berikutnya adalah tekanan diastolik.

Ketika hasil pengukuran tekanan darah melebihi kisaran normal, maka dapat dibagi menjadi kategori sebagai berikut:

  • Tekanan darah yang berkisar antara 120-139 untuk angka sistolik atau 80-89 untuk tekanan diastolik.
  • Hipertensi tahap 1. Jika tekanan sistolik Anda 140-159 atau tekanan diastolik 90-99.
  • Hipertensi tahap 2. Pada saat tekanan sistolik 160 atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 100 atau lebih tinggi.

Baca Juga : Hipertensi Pencegahan dan Pengobatannya

Seberapa umumkah hipertensi (tekanan darah tinggi)?

Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut angkanya saat ini terus meningkat secara global. Peningkatan orang-orang dewasa di seluruh dunia yang akan mengidap hipertensi diprediksi melonjak hingga 29 persen pada tahun 2025.

Peningkatan kasus hipertensi juga terjadi di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menunjukkan angka pengidapnya meningkat jadi 32,4 persen. Ini artinya ada peningkatan sekitar tujuh persen dari tahun-tahun sebelumnya. Angka pasti di dunia nyata mungkin bisa lebih tinggi dari ini karena banyak orang yang tidak menyadari mereka memiliki tekanan darah tinggi.

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering disebut dengan “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Namun, penyakit ini mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa layaknya penyakit jantung.

Jika tidak terdeteksi dini dan terobati tepat waktu, hipertensi dapat mengakibatkan komplikasi serius penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, dan banyak penyakit berbahaya lainnya. Stroke (51%) dan Penyakit Jantung Koroner (45%) merupakan penyebab kematian akibat hipertensi tertinggi di Indonesia.

Baca Juga : Sembuhkan Infeksi Dermatitis Kontak Jelly Gamat

Gejala Umum Hipertensi

gejala darah tinggi

Dengan cara memahami gejala gangguan tekanan darah ini dengan baik, maka penanganannya pun akan lebih tepat pula. Lalu, seperti apa gejala awal hipertensi ketika menyerang? Berikut gejala hipertensi secara umum:

  • Pandangan berkunang-kunang dan sering kabur
  • Jantung berdebar-debar
  • Susah konsentrasi
  • Sering buang air kecil
  • Cepat Lelah
  • Vertigo atau sakit kepala sebelah hampir setiap hari
  • Mudah marah atau sensisitif

Baca Juga : Gejala Maag dan Cara Pencegahannya

Penyebab Darah Tinggi secara Umum

penyebab darah tinggi

Dalam banyak kasus, penyebab darah tinggi belum diketahui secara pasti. Namun menurut para ahli, kombinasi beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita darah tinggi:

1. Keturunan

Seseorang menjadi lebih rentan terkena darah tinggi jika ia memiliki orang tua atau sanak keluarga yang menderita darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetik.

2. Usia

Seiring bertambahnya usia, organ dan pembuluh darah di dalam tubuh akan mengalami perubahan, termasuk ginjal dan pembuluh darah. Perubahan pada ginjal akan menurunkan fungsinya, sehingga mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh. Sedangkan perubahan pada pembuluh darah akibat penuaan menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku.

Kedua hal tersebut mengakibatkan tekanan darah dalam tubuh akan meningkat. Itulah sebabnya, orang yang berusia lebih dari 35 tahun disebut lebih berisiko mengalami darah tinggi.

3. Pola makan yang tidak sehat

Penyebab darah tinggi juga terkait dengan faktor makanan yang tidak sehat. Terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak (tinggi kolesterol) atau kekurangan kalium dapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi.

4. Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Semakin gemuk tubuh seseorang, semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Nah, ketika volume darah meningkat, maka meningkat pula tekanan dalam pembuluh darah Anda.

5. Jarang berolahraga

Orang yang jarang berolahraga cenderung akan memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan rentan terkena obesitas. Hal ini dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

6. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

Ini berlaku bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Perlu diketahui, zat kimia pada tembakau dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol terlalu sering. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih (lebih dari 7 kali per minggu) cenderung mengalami hipertensi. Hal ini diduga berkaitan dengan efek alkohol yang dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih keras dan kaku, sehingga jantung harus memompa darah lebih kuat.

7. Stres

Stres, sering cemas, dan kurang tidur merupakan beberapa faktor risiko yang cukup sering berkontribusi pada munculnya darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, saat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

Mengingat tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain, seperti penyakit jantung dan stroke, maka mengenali dan menjauhi faktor-faktor risiko hipertensi dapat menjadi langkah yang baik untuk mencegah kondisi ini.

Beberapa faktor risiko, seperti faktor keturunan, memang tidak bisa dicegah. Namun dengan tetap menjalani gaya hidup sehat, risiko terjadinya tekanan darah tinggi dapat ditekan dan darah tinggi dapat lebih mudah terkontrol.

Baca Juga : 

Bagaimana Cara Pencegahan dan Penanganan Serangan Hipertensi?

Penangan yang tepat akibat serangan hipertensi tentu segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar bisa dilakukan tindakan lebih lanjut. Sehingga penderita hipertensi ini bisa dengan cepat mendapatkan pertolongan yang diperlukan sebelum terlambat.

Cara Pencegahan Serangan Hipertensi adalah:

1. Membatasi konsumsi garam dan perbanyak makan sayur

Kandungan garam dikenal mampu mengikat air. Oleh sebab itu, garam sering digunakan untuk mengawetkan bahan-bahan makanan seperti ikan, sayuran, dan lainnya. Untuk itu, konsumsi garam pun tidak boleh berlebihan agar tidak mengganggu sistem organ. Normalnya, konsumsi garam per hari hanya 1 sendok teh saja.

Maka, sebaiknya konsumsi garam secukupnya, dan perbanyak konsumsi sayuran agar hidup menjadi lebih sehat dan terjaga dari gangguan-gangguan sistem jaringan tubuh, salah satunya hipertensi yang bisa berakibat pada serangan stroke.

2. Rutin olahraga seperti jalan cepat (jogging)

Jogging bisa dibilang olahraga yang tak berbiaya. Di sekitar rumah pun, olahraga jalan cepat pun bisa dilakukan. Artinya, kapan pun dan di mana pun jogging ini bisa dilakukan. Jadi tidak ada alasan tidak bisa melakukan jogging demi kesehatan.

Bila Anda tidak suka jogging, cukup berjalan kaki biasa juga menjadi kebiasaan yang menyehatkan. Namun demikian, berjalan dengan cepat lebih memberikan dampak yang besar dalam menurunkan tekanan darah hingga 8/6 mmHg. Selain itu, juga memudahkan oksigen masuk ke jantung dan membuat jantung akan lebih stabil. Lakukan jogging setidaknya seminggu sekali untuk menjaga jantung dan tekanan darah stabil.

3. Banyak konsumsi kentang dan buah pisang

Kentang dan pisang dikenal kaya akan potassium yang mampu mengontrol tekanan darah. Oleh karena itu, kentang juga dipercaya mampu membantu menurunkan tekanan darah. Setidaknya, konsumsi potassium dalam sehari dibutuhkan sekitar 2000-4000 mg untuk mampu menjaga tekanan darah stabil.

4. Makanlah Cokelat

Kandungan dalam cokelat dikenal memberikan efek rileks. Untuk itu, agar pikiran terasa lebih ringan, ada baiknya mengonsumsi cokelat, khususnya dark chocolate yang lebih banyak kandungan kakaonya. Ini merupakan salah satu cara memanjakan diri dan menikmati waktu lebih santai, sehingga membuat pikiran tenang.

5. Konsumsi suplemen

Bila hipertensi telah hinggap dan masih belum masuk kategori parah, sebaiknya Anda mengonsumsi suplemen yang cocok untuk penderita tekanan darah tinggi ini. Suplemen yang umumnya disarankan bagi penderita hipertensi adalah koenzim Q10m, karena dinilai memiliki dampak yang maksimal dalam menurunkan tekanan darah hingga 17 mm/Hg.

Dalam suplemen ini terkandung antioksidan yang diperlukan dalam produksi energi, yang secara umum untuk melebarkan pembuluh darah. Pun demikian, dalam mengonsumsi suplemen ini, Anda perlu konsultasi dengan dokter.

 

Sumber :

  1. https://www.cermati com
  2. https://www.alodokter com
  3. https://hellosehat com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *