Tekanan Darah Rendah Inilah Penyebabnya

tekanan darah rendah

Pernahkah Anda merasa penglihatan berkunang-kunang, konsentrasi berkurang, pucat, pusing, bahkan pingsan? Bisa jadi itu adalah gejala tekanan darah rendah atau hipotensi. Tekanan darah dikatakan rendah ketika kurang dari 90 mmHg pada sistolik (bilangan atas) atau 60 mmHg pada diastolik (bilangan bawah).

Normalnya, orang berusia di bawah 60 tahun memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg, dan di bawah 150/90 mmHg untuk usia di atas 60 tahun. ka tekanan darah turun secara tiba-tiba sebesar 20 mmHg, misalnya sistolik 100 mmHg menjadi 80 mmHg, dapat berbahaya. Anda akan merasa pusing dan bahkan pingsan karena otak tidak mendapat cukup pasokan darah. Penyebab dari kondisi ini bisa bermacam-macam.

Penyebab Hipotensi

Tekanan darah dapat berubah sepanjang waktu, tergantung kondisi dan aktivitas yang dilakukan tiap orang. Kondisi ini merupakan hal yang normal, karena tekanan darah dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pertambahan usia dan keturunan.

Baca Juga : Darah Tinggi Beginilah Ciri-Cirinya

Selain itu, hipotensi juga bisa disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, seperti:

  • Kehamilan
    Tekanan darah selama masa kehamilan akan menurun seiring berkembangnya sirkulasi darah dalam tubuh ibu hamil.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
    Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek menurunnya tekanan darah, di antaranya adalah furosemide, atenolol, propranolol, levodopa, dan sildenafil.
  • Ketidakseimbangan hormon
    Beberapa penyakit, seperti diabetes dan penyakit tiroid, menyebabkan penurunan kadar hormon dalam darah, dan berdampak pada menurunnya tekanan darah.
  • Dehidrasi
    Ketika kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, volume darah juga dapat berkurang. Kondisi ini dapat memicu penurunan tekanan darah.
  • Infeksi
  • Penyakit jantung
    Terganggunya fungsi jantung menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga tekanan darah akan menurun.
  • Kekurangan nutrisi
    Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia dan berakhir pada penurunan tekanan darah.
  • Perdarahan
    Kehilangan darah dalam jumlah besar akibat cedera dapat menurunkan volume dan aliran darah ke berbagai jaringan tubuh, sehingga tekanan darah menurun drastis.
  • Reaksi alergi parah
    Beberapa pemicu alergi (alergen) dapat menimbulkan reaksi alergi parah (anafilaksis) yang berdampak pada menurunnya tekanan darah.

Selain karena beberapa faktor penyebab di atas, hipotensi dapat terjadi ketika mengubah posisi dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Jenis hipotensi ini dikenal dengan hipotensi ortostatik atau hipotensi postural.

Hipotensi juga dapat terjadi saat seseorang berdiri terlalu lama hingga darah menumpuk di bagian tungkai. Kondisi ini disebut juga neural mediated hypotension (NMH). Sebagian besar penderita hipotensi jenis ini adalah anak-anak.

Baca Juga : Teripang Obat Alternatif Asam Urat

Ciri-Ciri Hipotensi

Ada beberapa orang yang memang selalu mengalami tekanan darah rendah. Ada juga orang dengan tekanan darah rendah yang kronis tapi kondisi tubuhnya tidak menunjukkan gejala apapun.

Kondisi tersebut biasanya hampir tidak pernah menjadi gangguan yang serius. Tekanan darah menurun disebabkan otak kekurangan pasokan darah yang memadai. Setiap orang memiliki tipe tekanan darah yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa tipe tekanan darah rendah:

1. Tekanan darah rendah postural

Jenis tekanan darah postural adalah hal yang umum, disebabkan oleh perubahan posisi. Biasanya terjadi ketika Anda buru-buru berdiri dari posisi duduk atau habis berbaring tiduran.

Percaya atau tidak, gravitasi bisa membuat aliran darah Anda mengarah ke kaki saat tiba-tiba berdiri. Tubuh Anda mencoba untuk meningkatkan denyut jantung dan kontriksi pembuluh darah, agar pasokan darah dapat kembali ke otak.

Ketika hal ini terjadi, Anda akan mengalami ciri tekanan darah rendah:

  • Kepala pusing
  • Tubuh terasa ringan seperti melayang
  • Pandangan kabur
  • Parahnya Anda bisa sampai pingsan

Apakah penyebabnya hanya karena gravitasi saja? Tentu ada pemicu lainnya, yaitu seperti dehidrasi, istirahat yang lama, kehamilan, masalah jantung, keadaan yang sangat panas, varises yang membesar, diabetes, dan kelainan saraf.

Tidak hanya itu, tekanan darah tipe postural ini juga bisa terjadi karena pengaruh obat. Ketika Anda didiagnosis menderita darah tinggi, obat yang dipakai untuk mengatasi darah tinggi tersebut dapat menurunkan tekanan darah rendah secara drastis.

Baca Juga : Penderita Asam Urat Hindari Makanan Ini

2. Tekanan darah rendah postprandial

Tekanan darah postprandial adalah kondisi yang unik, karena tekanan darah ini terjadi setelah makan. Mengapa bisa begitu, bukankah seharusnya setelah makan kita malah berenergi karena mendapatkan nutrisi lebih?

Begini, setelah makan aliran darah di tubuh akan dialirkan lebih banyak ke saluran pencernaan Anda. Sama halnya dengan ketika Anda berdiri, darah mengumpul pada kaki. Tubuh Anda mencoba untuk melawan hal tersebut dengan meningkatkan denyut jantung Anda agar tetap dalam keadaan normal.

Namun upaya tubuh tidak selalu berhasil, sehingga saat gagal, Anda akan merasakan kepala yang pusing, rasa ingin pingsan, atau bahkan sampai jatuh.

Tekanan darah rendah tipe ini umum terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi yang sedang dalam pengobatan, atau seseorang dengan sakit gangguan sistem saraf seperti penyakit Parkinson.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi dosis obat, makan dalam porsi kecil (tapi beberapa kali makan), dan ngemil makanan rendah karbohidrat.

 

Sumber :

  1. https://www alodokter com
  2. https://hellosehat com
  3. https://www alodokter com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *